Seiring
dengan perkembangan zaman yang semakin maju khususnya dalam bidang ekonomi,
membuat banyak orang terlena akan perkembangannya dan sering kali melupakan
ataupun mengabaikan hal-hal yang terjadi di lingkungan sektarnya. Ekonomi mampu
mengalihkan dan bahkan menghipnotis kesadaran seseorang terhadap kondisi
lingkungan sekitarnya, terhadap diri sendiri dan khususnya kepada calon penerus
bangsa. Secara tidak langsung kondisi ini menuntut khususnya dalam dunia
pendidikan untuk bisa menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki
kualitas dan kemampuan yang cukup agar bisa bersaing dengan bangsa lain.
Ekonomi
yang semakin maju dan pendidikan yang tidak merata mengakibatkan banyak
anak-anak yang putus sekolah, bukan karena mereka bodoh melainkan orang tua
mereka tidak mampu membayar biaya pendidikan yang sangat mahal. Disini kita
sebagai mahasiswa di tantang untuk menjalankan Tri Dharma
Perguruan Tinggi yang ke 3 yaitu pengabdian kepada
masyarakat.
Miris
mendengarnya, ketika seorang sahabat saya memberikan informasi kegiatan kampus
mengenai pengabdian kepada masyarkat dengan menjadi seorang guru, dan jawaban
yang keluar dari mereka adalah : ah buat apa ikut itu, pasti gak dapat uang
lalu apa keuntungan yang akan kita dapat dengan mengikuti kegiatan itu ? dari
kondisi inilah saya berfikir , bahwa kemajuan zaman yang semakin maju ini yang
dapat menghipnotis kesadaran seseorang, zaman sekarang guru itu selalu di
jadikan profesi sebagai mata pencaharian bukan sebagai pengabdian, karena
mereka menganggap bahwa pengabdian itu hanya seprti budak, yang bisanya
disuruh-suruh dengan gaji yang tidak sebading.
Ya
walaupun tidak dapat uang, tetapi sebenarnya banyak keuntungan yang kita dapat
dengan mengikuti kegiatan itu, kita akan mendapatkan pengalaman, dapat mengetahui sifat-sifat anak, dapat
mengevaluasi cara mengajar kita dan ilmu kita pun akan bertambah tidak akan
berkurang, Karena ilmu itu di ibarat kan seperti pisau, jika pisau itu selalu
di asah lama-lama pisau itu akan tajam tetapi jika pisau itu tidak di asah
pisau itu akan berkarat dan tidak tajam.
Menurut
saya pengabdian itu adalah upaya seseorang dalam memberikan sesuatu, baik itu
dalam bentuk moril maupun materil dengan hati yang tulus ikhlas tanpa adanya
rasa pamrih, bukan seperti budak yang hanya bisanya disuruh-suruh, karena kita
sudah menanamkan nilai ikhlas didalamnya.
Bagi
mereka yang memiliki akhlak yang mulia dan nilai-nilai spiritual yang kuat,
mereka yakin bahwa pengabdian menjadi seorang guru itu adalah tugas yang sangat
mulia yang pahalanya selalu mengalir
karena telah mengajarkan anak didiknya dari yang mereka tidak tahu
menjadi tahu dan bagi mereka semua itu tidak bisa diukur dengan uang.
Oleh
karena itu marilah kita mensatukan potensi-potensi yang ada untuk bisa
menghasilkan sumber daya manusia yang memiliki kualitas dan kemampuan agar bisa
bersaing dengan bangsa lain, demi kemajuan pendidikan yang lebih baik.
Kalau
bukan kita siapa lagi dan kalau bukan sekarang kapan lagi.
Niko Prayogo
Pend Teknik Elektronika ‘09
No comments:
Post a Comment