Belakangan sering terdengar kabar burung bahwa bambang pamungkas, captain sekaligus icon dari tim kebanggaan ibukota jakarta kontraknya tidak diperpanjang, tapi semua itu ada di tangan manajemen.
Rasa kehilangan dan rasa cinta kepada persija pun pasti akan berkurang jika seorang captain sekaligus icon dari tim kebanggaan tidak diperpanjang.
ketika seseorang memasuki sebuah
kontak kerja atau pun perjanjian maka orang itu akan mematuhi semua yang dilarang
dalam kontrak kerja .
persija merupakan salah satu klub ISL yang menentang pemainnya untuk ikut dalam tim nasional dan sang captain sempat menegaskan komitmennya untuk memboikot Timnas selama masih ada dualisme organisasi, tetapi sekarang dengan percaya dirinya ia memilih untuk bergabung dengan Timnas versi PSSI Djohar Arifin.
Ini adalah sebuah pernyataan dari
sang captain:
“saya menyadari jika langkahnya
ini sangat beresiko, tapi jika semua pihak meninggalkan egonya masing-masing,
maka semua konflik yang ada di tubuh sepakbola Indonesia bisa terselesaikan.
“Kami tahu ini akan jadi pro-kontra. Kita punya Joint Comittee yang akan menyelesaikan semua. Mari kita mengesampingkan ego kita demi kebersamaan dan Merah Putih. Saya bilang kepada pemain di Persija, perjuangan kami menuntut keadilan tetap jalan, tapi saya juga harus memenuhi kewajiban untuk membela Timnas,” tegasnya. (okezone.com).
“Kami tahu ini akan jadi pro-kontra. Kita punya Joint Comittee yang akan menyelesaikan semua. Mari kita mengesampingkan ego kita demi kebersamaan dan Merah Putih. Saya bilang kepada pemain di Persija, perjuangan kami menuntut keadilan tetap jalan, tapi saya juga harus memenuhi kewajiban untuk membela Timnas,” tegasnya. (okezone.com).
Lalu terpikirlah sebuah
pertanyan- pertanyaan untuk sang captain dan para jakmania :
“apakah ini yang dinamakan
nasionalisme..??”.
“dan apakah ini yang disebut
loyalitas tanpa batas untuk persija..??”.
“apakah ketika sang captain tidak
lagi di persija kalian akan terus mendukung persija..??”.
Dan yang harus diingat adalah “bukan
pemain yang membesarkan persija, tapi persija yang membesarkan pemain.”
aku hanyalah seorang supporter
setia yang tidak tahu apa-apa dan tidak ada hubungan nya dengan manajemen,
tugasku hanya selalu mendukung persija dan berharap manajemen selalu memberikan
yang terbaik untuk persija agar persija ku dapat meraih gelar tertinggi di
indonesia.

No comments:
Post a Comment